Selasa, 08 Oktober 2024

UMi: Sobat Tepat Ibu Rumah Tangga dan Pengusaha Pemula

Selepas lulus SMA, Kiki, panggilan akrab teman sekelasku dulu memutuskan tidak melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Ia memilih langsung bekerja. Pada saat itu, Kiki diterima sebagai petugas penyaluran modal yang menjangkau ibu-ibu rumah tangga, terdaftar sebagai pegawai PNM. 

Cerita pengalaman Kiki menjalani pekerjaannya cukup membuat napas tersengal mendengarnya. Kebetulan kami lahir di sebuah kabupaten, yang tidak begitu polosok di pulau Sumatera. Tapi kalau dibandingkan dengan kabupaten yang ada di Jawa, wah 180% perbedaannya Sobat Gembira. Mulai dari fasilitas publik yang tersedia hingga kemudahan dalam mengakses sesuatu.

Tugas Kiki adalah menjangkau ibu-ibu di daerah ujung kabupaten, yang jaraknya agak jauh dari kampung kami tinggal.  Bahkan kampung yang didatanginya ini, baru terpasang sumber listrik di tahun 2010-an ke atas. Sudah bisa dibilang cukup tertinggal belum, Sobat Gembira? Bahkan butuh waktu 2 jam perjalanan untuk menuju kampung-kampung itu. "Haha ... lumayan buat encok," ujar Kiki di tengah guraunya. 

"Nianan 2 jam?" Aku terkejut. "Ngapo masih dilanjut?" tanyaku penasaran. 

"Pengin resign aslinyo, lah sudah dapat tawaran tempat lain jugo. Tapi pas nengok usaha ibu-ibu tu berkembang, bangga dewek rasonyo!" jawabnya antusias. 

Kiki yang Tengah Melakukan Penarikan Setoran

Kiki melanjutkan bercerita, banyak sekali Ibu-Ibu yang sukacita dengan program bantuan modal ini. Padahal nominalnya tidak cukup besar lho Sobat Gembira, tapi mereka semangat berbondong-bondong ingin mendapat bantuan modal. 

"Tujuan modal ini seperti apa sih Ki, sebenarnya?" tanyaku sekali lagi. 

Dari penjelasan Kiki, aku bisa menangkap poin penting dari bantuan modal ini. Tujuannya untuk membantu ibu-ibu membuka usaha kecil-kecilan sehingga mereka dapat membantu keuangan keluarga. Nominal penagihan/penarikan setiap minggunya pun juga kecil, agar tidak memberatkan para ibu penerima bantuan modal. 

Program bantuan modal ini memberikan dampak nyata bagi kaum ibu di desa yang selalu dianggap tidak bisa membantu keuangan keluarga. Hanya dicap sebagai ibu rumah tangga yang tidak bisa berpenghasilan. Tapi dengan adanya bantuan modal ini, sudah ada yang berhasil membangun usahanya dengan baik, walau ya tidak semua, Kiki menyebutnya seperti itu.

Beberapa banyak yang membuka usaha kecil-kecilan seperti jualan makanan dan minuman simpel harian di depan rumah, seperti Menu Sarapan, Lontong Sayur, Lotek, Ayam Geprek, persosisan serba 1000, es teh 3000-an, dan lain sebagainya. Ada juga yang berjualan pulsa dan paket data kecil-kecilan di rumahnya.

Program bantuan modal PNM merupakan salah satu program lanjutan terkait bantuan sosial dari pemerintah. Program ini biasa disebut Holding Ultra Mikro, disingkat dengan UMi. Sobat Gembira sudah pernah mendengar ini? Yuk kita berkenalan lebih lanjut dengan program UMi!

Lebih Dekat dengan UMi, Lebih Tepat Mendorong Kemajuan Negeri

Holding Ultra Mikro (UMi) mulai bergerak pada 13 September 2021. Berarti sekarang sudah 3 tahun lebih UMi berjalan. Terdiri dari BRI group yaitu Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Posisi bank BRI sebagai induk dan tempat pengajuan UMi, lebih tepatnya melalui AgenBriLink terdekat sedangkan Pegadaian dan PNM sebagai penyalurnya. Pegadaian dan PNM adalah anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hal ini terjadi setelah BRI mengakuisisi saham Pegadaian dan PNM sebagai bagian dari pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) pada September 2021 lalu.

Jadi Sobat Gembira, Program UMi ini lebih menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah dan belum tersentuh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dampaknya secara luas akan berkaitan ke kehidupan dan prospek ekonomi banyak orang. Selain mendorong pemberdayaan perempuan, UMi juga telah berperan penting dalam mendorong kemajuan perekonomian masyarakat kecil. 

Per Juli 2023 peningkatan signifikan UMi telah ditorehkan dibanding 3 tahun lalu pada tahun 2021. Jumlah peminjam telah meningkat sebesar 52,79% dengan 30 juta peminjam. Begitupun dengan lonjakan rekening sebesar 8.07 juta yang meningkat 144,55%. Sebanyak 620.000 nasabah pinjaman Mekaar PNM juga telah berhasil naik kelas ke pinjaman BRI dan Pegadaian. Transformasi ini merupakan hasil langsung dari komitmen Holding UMi yang teguh untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas bisnis nasabahnya, sehingga mendorong mereka menuju kesuksesan finansial yang lebih besar.

Tahukah Sobat Gembira? Awal tahun 2024 ini, program pemberdayaan UMi mendapat ulasan dari Harvard Business Review lho! Dalam artikel HBR tersebut, konsep Holding UMi dinilai mampu menawarkan bantuan yang sangat dibutuhkan para pengusaha ultra mikro di Indonesia. Dalam Harvard Business Review juga dituliskan bahwa, "Program UMi menawarkan wawasan bernilai bagaimana nasabah di pasar negara berkembang lainnya." 

Holding UMi juga dinilai berhasil menciptakan pengalaman terintegrasi dan komprehensif bagi para calon pengusaha ultra mikro atau UMKM. Mulai dari, memberdayakan nasabah untuk menjadi wirausaha mandiri, mengintegrasikan mereka ke dalam komunitas dan rangkaian produk yang lebih luas, dan meningkatkan mereka ke tingkat layanan keuangan mikro ke level lebih tinggi.

Program yang Telah Dicapai UMi


Peningkatan Inklusi Keuangan

UMi merupakan upaya penyamaratakan inklusifitas keuangan di Indonesia, yang bertujuan memudahkan masyarakat yang sebelumnya tidak bisa mengakses perbankan. Kebiasaan masyarakat yang masih bergantung kepada peminjaman konvensional dari para renternir. Sehingga dengan adanya bantuan modal ini, masyarakat kecil bisa one step closer menjangkau keuangan lanjutan, seperti peminjaman mikro dan sebagainya.

Menghadirkan Co-Location SenyuM dan Senyum Mobile

Berhasil mendirikan 1013 gerai Senuyum Co-Location di seluruh Indonesia. Ini berfungsi untuk menawarkan berbagai layanan keuangan bagi masarakat prasejahtera. Senyum Mobile merupakan revolusi proses pemasaran dan rujukan untuk produk-produk ultra mikro agar lebih mudah terhubung dengan layanan UMi. Senyum Mobile memanfaatkan kecerdasan buatan dan integrasi basis data yang kuat untuk mempersonalisasikan pengalaman nasabah dalam mengakses layanan ini. 

Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berkomitmen dalam pemberdayaan masyarakat dan mengedukasi literasi keuangan kepada nasabah, Holding UMi menggelar berbagai program pelatihan seperti kewirausahaan, manajemen keuangan, dan pemasaran digital bagi pelaku usaha ultra mikro.melalui link UMKM, BRI Menanam dan Program Menabung Mekaar.  

Wah menarik banget ya Sobat Gembira! Kamu mau mencoba membuka usaha kecil-kecilan dan belajar jadi pengusaha pemula? Yuk daftarkan diri ke program UMi untuk memperoleh bantuan modal!

Selasa, 01 Oktober 2024

ODOP: Komunitas Menulis Online Belajar Menjadi Blogger Hebat

Tahukah Sobat Gembira, sekarang aku sudah dalam tahap akhir menjalani OPREC OBS alias tantangan Open Recruitment untuk menjadi anggota OBS lho!

OBS? Apa sih itu?

Jadi Sobat Gembira, OBS (ODOP Blogger Squad) adalah salah satu kelas di Komunitas ODOP (One Day One Post) yang menaungi para penulis dan blogger pemula untuk mendalami tentang blog lebih lanjut. Di sini nanti akan diajari, bagaimana sih untuk menjadi seorang blogger yang baik? Apa saja yang perlu dipelajari dan disiapkan? Pokoknya banyak hal yang diajarkan! Mana dibimbing langsung sama para coach yang pengalamannya sudah melalangbuana di penjuru dunia blogger, keren anget bkan?!

Tapi buat apa menjadi blogger? Mungkin Sobat Gembira juga heran kenapa aku ingin mendalami dunia kepenulisan ini. Sebelumnya aku pernah menjelaskan alasanku kenapa mau bersusah-payah belajar blog, yaitu agar aku bisa merdeka mengekspresikan hobi menulis. Indonesia saja sudah merdeka, masa kita tidak mau memerdekakan diri dengan melakukan hal yang disukai

Perjalananku mengasah kemampuan menulis ini juga panjang banget, Sobat Gembira. Seperti saat ini hampir dua bulan aku mengikuti OPREC OBS, begitupun tiga tahun sebelumnya aku juga harus mengikuti OPREC untuk menjadi anggota komunitas ODOP. Panjang dan memakan waktu, kan? Memangnya apa sih keuntungan menjadi anggota ODOP sehingga aku mau bersusah-payah ikut OPREC? Yuk saatnya kita berkenalan dengan komunitas kesayangan satu ini!

Berkenalan dengan Komunitas ODOP

Komunitas ODOP atau One Day One Post adalah komunitas belajar menulis yang digawangi oleh para penulis-penulis hebat. Digagas oleh bang Syaiha, seorang guru blogger, pembisnis online dan pengasuh di sekolah sosial. Selain itu, lulusan dari ODOP juga nggak perlu ditanyakan lagi kiprahnya di dunia kepenulisan, Sobat Gembira. Banyak sekali yang sukses menjadi content writer, memenangkan berbagai kompetisi kepenulisan nasional bergengsi dan masih banyak lainnya. Keren kan?!

Menemukan komunitas ini juga rasanya jumpa berlian di tumpukan kaca. Setelah keinginanku menjadi seorang blogger karena lamunan selama perjalanan pulang sehabis uji tes SBMPTN di tahun 2020, aku jadi mencari informasi lebih lanjut mengenai dunia blogger dan tanpa sengaja menemukan Komunitas ODOP. Tepatnya bulan Juni 2021, aku sempat membaca salah satu artikel dari anggota komunitas ini yang membuatku penasaran dan mulai stalking hingga mengikuti akun media sosial Instagram ODOP. 

Komunitas ODOP ternyata membuka sistem penerimaan anggota baru, sesuai dengan periode yang mana pada saat itu di bulan Agustus. Selama bulan Juni menuju bulan Agustus aku menanti dengan antusias OPREC ODOP, hingga akhirnya bisa resmi menjadi anggota batch ke-9 setelah menyelesaikan tantangan 42 hari.

Kenapa Sih ODOP Begitu Istimewa?

Alasannya karena komunitas ODOP menjadi teman perjalananku selama meniti perguruan tinggi. Dimulai dari mengenal ODOP statusku masih sebagai maba (mahasiswa baru) sampai perjalanan OPREC OBS ini statusku sudah menjadi mahasiswa akhir.

Teman setia selama di bangku perkuliahan banget pokoknya, haha .... 

Lika-Liku Demi Menjadi Anggota OBS

Jujur berat banget rasanya, Sobat Gembira. Tapi setelah melihat perjuanganku selama 2 bulan terakhir, kok ternyata aku bisa sampai di tahap menjelang akhir ini ya? Kagum deh sama perjuangan diri sendiri.  

Iya tantangan OPREC OBS ini berlangsung selama 2 bulan, Sobat Gembira. Berbeda dengan tantangan OPREC ODOP yang hanya 42 hari. Jadi seperti apa tantangan OBS itu?

Setiap hari selasa dan jumat, para coach akan memberikan materi sekaligus tugas. Pada jadwal materi hari selasa, maka pengumpulan tugas maksimal dilakukan di hari kamis pukul 17.00 WIB. Sedangkan jika jadwao materi hari jumat, maka batas pengumpulan pada hari minggu pukul 17.00 WIB. 

Batas pengumpulannya yang berbeda bukan seperti tenggat waktu umumnya yang menjelang pergantian hari pukul 23.59 membuat tremor jika sudah menjelang batas waktu terakhir pukul 17.00. 

Tahu nggak Sobat Gembira, mengerjakan tantangan OPREC OBS juga kusambi dengan melakukan penelitian skripsi lho!

Senin yang merupakan waktu luang, biasanya kubuat untuk melakukan bimbingan, dilihat juga dari jadwal dosen pembimbing. Jadi hari itu setelahnya sebagai waktu luang istirahat sebelum memulai hari-hari penuh ke depannya. 

Selasa adalah pembagian materi OBS, namun hari itu aku akan mengerjakan penelitian skripsiku. Oh iya, skripsiku ini tinggal melakukan penelitian dan pengujian hipotesis saja Sobat Gembira. Di hari itu pula aku mengabaikan penjelasan materi, seribu ampun kakak-kakak panitia OBS. 😭🙏🏻

Rabu aku masih mengerjakan penelitian, tapi juga menyempatkan membaca materi dan melakukan riset mini. Sedangkan hari kamisnya akan full mengerjakan tugas tantangan artikel OBS. 

Dilanjutkan hari Jumat, aku kembali mengabaikan penjelasan materi karena terdapat jadwal bimbingan. Di hari itu fokus utamaku tertuju penuh ke skripsi. Maaf ya kakak-kakak panitia OBS karena aku nggak pernah ikut sesi tanya-jawab.🙏🏻

Hari sabtu aku akan kembali melanjutkan revisi penelitian sebentar dan setelahnya mempelajari materi serta riset untuk artikel OBS. Ya seperti biasa ketika minggu aku akan full mengerjakan artikel tersebut. 

Bagaimana Sobat Gembira sudah ikutan tersengal-sengal dengan pembagian jadwalku ini?😭

Nah gong-nya yaitu ketika menjalani tantangan 9 hari berturut-turut membuat artikel. Pembagian jadwalku sebelumnya tidak bisa diterapkan lagi. Apalagi aku masih tipe yang lama dalam menulis, mengerjakan 1 artikel minimal 4 jam pengerjaan. Jadi dalam 9 hari ini fokusku tertuju penuh dengan tugas artikel ini.

Tugas artikel berturut-turut ini sudah dibagi ke beberapa tema Sobat Gembira, jadi hanya perlu riset mengenai keyword-nya. Walaupun begitu tetap kerasa susah karena harus memperhatikan SEO On Page dan SEO Content Writing.

Tapi untungnya pengujian skripsi telah kuselesaikan sebelumnya. Alhasil ketika tantangan harian ini tinggal bimbingan revisi saja. 

Lalu bagaimana cara aku membagi waktu tantangan ini? Terkadang selama 1 jam aku akan melakukan revisi sebentar, kemudian dilanjutkan menulis artikel hingga membuat ilustrasinya.

Mau tahu nggak Sobat Gembira? Satu hal yang membuatku tetap waras selama mengerjakan OPREC OBS dan skripsi ini adalah me time. Sesudah pengumpulan di jam 17.00 (karena aku tim deadliner) maka sepanjang malam sebelum tidur aku akan me time, seperti menonton TikTok, anime, kartun, drakor, dan apapun itu. Pokoknya sama sekali tidak akan mau menyentuh tugas. 

Terus bagaimana kebutuhan domestik? Berantakan. Bahkan untuk memasak saja jarang karena tidak ada waktu. Tapi alasan sebenarnya memang tipe anak kos yang lebih sering jajan.😂

Suka amaze deh dengan kakak-kakak peserta OPREC OBS lain yang masih bisa membagi waktunya mengurus rumah, pekerjaan dan tugas OPREC OBS ini. Aku saja yang cuma menyambi skripsian susah engap, apalagi ditambah pekerjaan rumah?😭

Teringat kata Kak Maria Ulfah, salah satu peserta OPREC OBS, "OPREC ini indah dikenang, tapi tidak untuk diulang.". 

Cukup sekali saja. 

Sobat Gembira sudah ikut terasa capek? Tapi alhamdulilah ini menjelang akhir!

Sobag Gembira yang ingin mendalami dunia kepenulisan, khususnya blog jangan ragu masuk ke Komunitas ODOP ya! Ilmu di sini dibagikan gratis dari para blogger berpengalaman langsung!

Yuk ikutan bertumbuh dengan mengasah kemampuan menulis lebih dalam lagi!